Postingan

DAMPAK SUPER EL NIÑO 2026 DAN PELEMAHAN RUPIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN III DAN IV 2026

Gambar
DAMPAK SUPER EL NIÑO 2026 DAN PELEMAHAN RUPIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN III DAN IV 2026 Oleh: Asep Rohmandar Pendahuluan Memasuki paruh kedua tahun 2026, perekonomian Indonesia dihadapkan pada dua tekanan yang datang hampir bersamaan: fenomena iklim El Nino yang oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dikonfirmasi telah memasuki kategori kuat, dan pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada akhir Juli 2026. Kombinasi guncangan sisi penawaran (iklim) dan guncangan sisi moneter-eksternal (kurs) berpotensi membentuk pola pertumbuhan ekonomi yang berbeda antara Triwulan I-II 2026 yang relatif kuat dengan Triwulan III-IV 2026 yang diproyeksikan melambat. Esai ini menelaah kedua faktor tersebut secara terpisah maupun interaksinya, dengan bersandar pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), BMKG, Bank Indonesia, serta proyeksi lembaga riset independen seperti Center of Reform on Economics ...

Tekanan Tiga Sisi: Pelemahan Rupiah, Perlambatan Ekonomi, dan Pergantian Gubernur BI – Dampak Komprehensif terhadap Moneter, Fiskal, dan Cadangan Devisa

Tekanan Tiga Sisi: Pelemahan Rupiah, Perlambatan Ekonomi, dan Pergantian Gubernur BI – Dampak Komprehensif terhadap Moneter, Fiskal, dan Cadangan Devisa Abstrak Pada Juli 2026, perekonomian Indonesia menghadapi ujian terberat dalam beberapa tahun terakhir: nilai tukar rupiah mendekati rekor terendahnya terhadap dolar AS, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2026 diperkirakan melambat secara signifikan, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tiba-tiba mengundurkan diri. Ketiga guncangan ini saling terkait dan menimbulkan tekanan sistemik terhadap kebijakan moneter, kebijakan fiskal, serta posisi cadangan devisa. Artikel ini menganalisis secara komprehensif tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia serta implikasinya terhadap stabilitas makroekonomi ke depan. 1. Krisis Nilai Tukar: Rupiah Terjun ke Level Terendah Sepanjang tahun 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah lebih dari 7% terhadap dolar AS, menjadikannya mata uang dengan performa terburuk di Asia. Pada 8 Juni 2026, rup...

Webinar Recap & Actionable Guide: Digital PR Strategy for Global Brands

Gambar
Webinar Recap & Actionable Guide: Digital PR Strategy for Global Brands Date: 28th July 2026 Ora Konferensi MSDC TIIKM Presenter: Dr. Martha Tri Lestari (Telkom University Indonesia) This guide synthesizes the research topics and key steps discussed during the webinar into a structured action plan for building global brand resilience. Part 1: Key Steps for Creating Brand Loyalty, Trust, and Engagement To move beyond simple awareness, a global brand must focus on "what success looks like" and how to achieve it. Here are the consolidated key steps: 1. Define Success with Clear Measurement (ROI & KPIs) a· Set Benchmarks: Establish PR KPIs by market (e.g., Share of Voice, Sentiment, Referral Traffic, Branded Search Lift). b· Master Attribution: Understand what PR can actually claim credit for in the modern marketing funnel (awareness vs. conversion). c· Score Beyond Impressions: Prioritize the quality of engagement over the quantity of eyeballs. 2. Develop a C...

Manfaat Recursive Index of Rationality dalam Knowledge-Oriented Policy under Adaptive Mechanism bagi Mahasiswa Teknik Industri

ESAI AKADEMIK Manfaat Recursive Index of Rationality dalam Knowledge-Oriented Policy under Adaptive Mechanism bagi Mahasiswa Teknik Industri Oleh: Asep Rohmandar Catatan Kerangka Konseptual Recursive Index of Rationality (RIR) merupakan kerangka analitis yang disusun dalam esai ini sebagai alat bantu berpikir, dengan merangkai kembali gagasan rasionalitas terbatas, sibernetika, dan manajemen adaptif yang telah mapan dalam literatur ilmu keputusan dan rekayasa sistem. Kerangka ini disajikan sebagai model heuristik untuk kepentingan pembelajaran, bukan sebagai teori baku yang telah diuji secara empiris dalam publikasi ilmiah tertentu. I. Pendahuluan Mahasiswa Teknik Industri dididik untuk menjadi perancang sistem yang menjembatani manusia, mesin, informasi, dan kebijakan dalam satu kesatuan yang produktif. Namun demikian, kompleksitas dunia nyata sering kali melampaui kapasitas model keputusan linear yang diajarkan pada tahap dasar. Rasionalitas manusia dan organisasi bersifat terbatas, ...

Dampak terhadap Literasi: Menumbuhkan Ekosistem Baca-Tulis

Gambar
Dampak terhadap Literasi: Menumbuhkan Ekosistem Baca-Tulis                                                                                                   Komunitas penulis memiliki dampak yang signifikan dan multidimensional terhadap literasi, numerasi, dan kualitas peradaban. Keberadaan mereka tidak hanya menjadi wadah berekspresi, tetapi juga fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya. 📈 Dampak terhadap Literasi: Menumbuhkan Ekosistem Baca-Tulis 1· Membangun Ekosistem Literasi: Aktivitas membaca dan menulis adalah ekosistem literasi yang harus dibangun di semua lini kehidupan. Komunitas seperti Forum Lingkar Pena (FLP) mencanangkan gerakan #LiterasiBerdaya untuk menjadikan literasi se...

DESAIN IMPLEMENTASI TATA KELOLA IPOI/MPKD DALAM PENDIDIKAN USIA DINI DI KABUPATEN BANDUNG: KAJIAN KOMPREHENSIF BERBASIS STANDAR PISA

Gambar
                                                                DESAIN IMPLEMENTASI TATA KELOLA IPOI/MPKD DALAM PENDIDIKAN USIA DINI DI  KABUPATEN BANDUNG: KAJIAN KOMPREHENSIF BERBASIS STANDAR PISA Penulis :  Asep Rohmandar1, Wulan Sari Dewi2, Mochamad Nursam3, Oneng4 1. Peneliti NGOs, Kewirausahaan dan Pernah Study di Fakultas Teknik Manajemen Industri STTB/UTB dan FKIP Bahasa Sastra UNINUS Bandung; 2.  Pencari Kerja dan Alumi  FEB UNIBI Bandung;  3. Pengamat Pendidikan Usia Dini Indonesia;                                                        4. Karyawan Purnawaktu Tenaga Pendukung Akademik (TPA) Di Telkom University Bandung.  Korespondensi: asrohmandar69@gmai...

Kritik atas Validitas, Standar, dan Independensi Data BPS di Tengah Sensus Ekonomi 2026

Gambar
KETIKA DATA TIDAK BERBICARA JUJUR: Kritik atas Validitas, Standar, dan Independensi Data BPS di Tengah Sensus Ekonomi 2026 Sebuah Esai Reflektif — Juli 2026 1. Pendahuluan Setiap sepuluh tahun sekali, sejak 1986, Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Sensus Ekonomi sebagai "general check-up" perekonomian nasional — istilah yang dipakai sendiri oleh Kepala BPS untuk menggambarkan cakupan pendataan yang menyeluruh terhadap pelaku usaha, dari skala mikro hingga korporasi besar. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang pendataan lapangannya berlangsung sejak pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026, digadang-gadang sebagai instrumen navigasi pembangunan berbasis data yang akurat dan mencerminkan kondisi riil, termasuk ekonomi digital yang tumbuh pesat satu dekade terakhir. Namun di balik narasi teknokratis itu, muncul kegelisahan publik yang tidak bisa diabaikan begitu saja: sejauh mana data yang dihasilkan lembaga statistik negara benar-benar independen, valid, dan mampu...