Postingan

RISET KECERDASAN ARTIFISIAL DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA : Kebijakan, Ekosistem Riset, dan Prospek Menuju Indonesia Emas 2045

              ESAI AKADEMIK RISET KECERDASAN ARTIFISIAL   DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA Kebijakan, Ekosistem Riset, dan Prospek Menuju Indonesia Emas 2045 Disusun oleh Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara Agustus 2026 Abstrak Esai ini membahas secara komprehensif perkembangan riset kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan implementasinya di Indonesia, mencakup kerangka kebijakan nasional, ekosistem akademik dan riset perguruan tinggi, penerapan lintas sektor, serta tantangan struktural yang dihadapi. Kajian ini menelaah Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2020–2045 dan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2025–2029 sebagai dua pilar kebijakan utama, serta memetakan posisi sejumlah perguruan tinggi Indonesia dalam basis data sitasi internasional. Esai ini menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki fondasi kebijakan yang relatif matang, tetapi kesenjangan pada talenta, infrastruktur komputa...

Paradoks Ketenagakerjaan Terdidik di Indonesia (2022–2026)

KAJIAN KEBIJAKAN & KETENAGAKERJAAN Paradoks Ketenagakerjaan Terdidik di Indonesia (2022–2026) Analisis Input–Proses–Output–Impact (IPOI) dan Pendekatan Komparatif atas Divergensi antara Penurunan Pengangguran Nasional dan Kenaikan Pengangguran Sarjana Asep Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara (MPMKN) Jawa Barat, Indonesia — Agustus 2026 Abstrak Sejak Agustus 2022 hingga Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional Indonesia menunjukkan tren menurun, dari kisaran 5 persen menuju 4,65 persen, dengan jumlah pengangguran absolut turun dari 8,40 juta menjadi 7,22 juta orang. Namun, di balik tren agregat yang membaik tersebut, porsi lulusan perguruan tinggi (D4/S1–S3) di antara penduduk yang menganggur justru meningkat konsisten, dari 8,0 persen (Agustus 2022) menjadi 14,3 persen (Mei 2026), setara lebih dari satu juta sarjana. Artikel ini menganalisis paradoks tersebut menggunakan kerangka Input–Proses–Output–Impact (IPOI) yang dipadukan dengan pendekatan data kompar...

De-konstruksi Blockchain: Perspektif Terunifikasi Antara Ilmu Komputer dan Ekonomi

Gambar
De-konstruksi Blockchain: Perspektif Terunifikasi Antara Ilmu Komputer dan Ekonomi Pendahuluan Revolusi teknologi finansial sering kali dibingkai dalam narasi yang terpolarisasi: sebagai inovasi teknis murni oleh kalangan computer science, atau sebagai fenomena moneter spekulatif oleh kalangan ekonomi. Namun, dokumentasi dari MIT Course 14.129 menawarkan perspektif yang jauh lebih matang dan interdisipliner. Kuliah ini tidak sekadar mengajarkan "cara kerja blockchain", melainkan melakukan sintesis antara teknologi ilmu komputer (kriptografi, algoritma konsensus, distributed ledger) dengan alat analisis ekonomi (teori kontrak, desain mekanisme, dan teori keseimbangan umum). Esai ini akan membedah pendekatan unik tersebut, mulai dari de-konstruksi asumsi teknologi hingga pandangan terunifikasi tentang blockchain sebagai basis data keuangan. 1. Melampaui Label Konvensional: De-konstruksi Teknologi Salah satu poin paling kritis dalam pengantar kuliah ini adalah penolakan terhadap...

SEJARAH ILMU PENGETAHUAN PERAIH HADIAH NOBEL : Jejak Penemuan Ilmiah dan Dampak Nyatanya bagi Kemajuan Peradaban Manusia

ESAI AKADEMIK SEJARAH ILMU PENGETAHUAN PERAIH HADIAH NOBEL Jejak Penemuan Ilmiah dan Dampak Nyatanya bagi Kemajuan Peradaban Manusia Disusun oleh Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara Agustus 2026 I  PENDAHULUAN Sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 1901 berdasarkan wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit asal Swedia, Hadiah Nobel telah menjadi tolok ukur tertinggi bagi pengakuan atas karya ilmiah yang “memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia”. Lebih dari satu abad kemudian, daftar panjang penerima Nobel di bidang Fisika, Kimia, serta Fisiologi atau Kedokteran bukan sekadar catatan prestise akademik, melainkan juga peta jalan bagaimana pengetahuan manusia mengubah cara hidup, bekerja, makan, dan bertahan dari penyakit. Esai ini menelusuri secara komprehensif sejarah beberapa penemuan besar yang dianugerahi Hadiah Nobel, mulai dari era awal fisika dan kedokteran modern hingga revolusi bioteknologi kontemporer, serta mengkaji dampak nyatanya bagi ke...

Pendekatan Logika Matematika Gellert dan Enklidus dalam Konteks Indonesia 1999–2024

Analisis Tautologi Kebijakan Ekonomi dan Pendidikan: Pendekatan Logika Matematika Gellert dan Enklidus dalam Konteks Indonesia 1999–2024 Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Indonesia-Nusantara (MPM Indonesia-Nusantara) Jalan Radio Palasari No. 428B Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, Indonesia Email: rohmandarasep54@gmail.com | Telepon: 083821543522 Abstract This study analyzes the tautological relationship between economic policy and education in Indonesia from 1999 to 2024, employing Gellert's mathematical logic and Euclidean axioms as analytical frameworks. Education economics—or economic education—constitutes a tautological field in which educational variables and economic variables are inseparably interlinked. Using qualitative and quantitative document analysis, this research maps key policy interactions through logical operations (modus ponens, syllogism, modus tollens, reductio ad absurdum, contraposition, and modus superplus) and Euclidean axioms (closure, commutativi...