Postingan

Rangkaian Sementara

Siklus SEMENTARA Bagian 1: AWAL Kita Hanya Mampir  Tentang sadar bahwa hidup cuma singgah Bagian 2: WAKTU Sewa Waktu Tentang detik yang kita pinjam, bukan miliki Bagian 3: TEMPAT Rumah Yang Bukan Rumah_ Tentang tempat yang kita tinggali, tapi hati tidak betah Bagian 4: RASA Kontrakan Rasa_ Tentang cinta yang numpang, tidak menetap Bagian 5: MANUSIA Yang Datang Hanya Untuk Pergi_ Tentang orang-orang yang hadir sebagai pelajaran Bagian 6: LUKA Sebelum Hujan Berhenti_ Tentang sedih yang juga tidak abadi Bagian 7: TAWA Setelah Kopi Ini Dingin_  Tentang bahagia yang harus segera dinikmati Bagian 8: PENCARIAN Tamu di Bumi Sendiri  Tentang merasa asing di dunia sendiri Bagian 9: KESADARAN Semua Akan Jadi Cerita  Tentang akhirnya semua jadi kenangan Bagian 10: AKHIR / KEMBALI Semenit Menjadi Abadi  Tentang yang sementara jika ikhlas, justru jadi abadi di hati Tuhan

Toko Penyewaan Waktu

Toko Penyewaan Waktu Oleh : Kang Asroh Gong  Ketika melakukan Perjalanan Bandung Garut  menjengguk ibuku disana yang menujukan waktu 15.00 WIB. Saya Istirahat sejenak untuk menikmati udara pedesaan yang asri dalam perjalanan 4 jam dengan motor jadul suprax honda tahun 1997.  Tidak ada yang tahu persis sejak kapan toko itu berdiri di ujung gang, di antara warung kelontong yang sudah tutup dan tukang jam yang sudah lama pensiun. Papan namanya sederhana, ditulis tangan dengan cat putih yang mulai mengelupas: tertulis "TOKO PENYEWAAN WAKTU — Sewa, Jangan Miliki . Aku sudah lewat gang itu ratusan kali sepanjang hidupku, tapi baru sore itu mataku benar-benar berhenti di papan tersebut, seolah toko itu memang sengaja menunggu waktu yang tepat untuk menampakkan diri. Hujan turun tanggung-tanggung sore itu, tak cukup deras untuk membuat orang berteduh lama, tapi cukup basah untuk membuat langkah malas melanjutkan perjalanan. Aku mendorong pintu kaca yang berembun, dan lonceng keci...

Jurnal ilmiah Basa Sunda Kiwari !

Jurnal Basa Sunda ;                                        Idéntifikasi Variabel Peran Budaya Sunda jeung Kearifan Lokal Sunda dina Ngadorong Indikator Pangwangunan Ékonomi Makro jeung Mikro sacara Tumuwuh, Ngembang, Kaadilan, Ngarata, jeung Ngadeg sacara Lestari di Tatar Pasundan Ku Asep Rohmandar                              Abstrak Jurnal ieu boga tujuan pikeun ngaidéntifikasi jeung ngalaborasi variabel-variabel konci anu ngawakilan peran budaya Sunda jeung sagala rupa wujud kearifan lokalna dina ngadorong pangwangunan ékonomi anu komprehensif, ngawengku aspék tumuwuh, ngembang, kaadilan, ngarata, jeung kalestarian, boh dina tataran makro boh mikro. Kalawan pendekatan interdisipliner anu ngahijikeun perspéktif ékonomi, sosiologi, antropologi, jeung élmu lingkungan, panalungtikan ieu ngaidéntifikasi kumaha nilai-...

SEGALA SEMENTARA : Babak tentang Yang Fana dan Yang Ikhlas

SEGALA SEMENTARA :  Babak tentang Yang Fana dan Yang Ikhlas Oleh Kang Asroh Gong (Asep Rohmandar)  Kita hanya mampir sebentar, waktu pun sekadar pinjaman. Rumah bukan tempat abadi, rasa datang lalu pergi. Manusia hadir sebagai pelajaran, luka pun reda oleh waktu. Tawa mesti segera dinikmati, semua nanti jadi cerita. Kita tamu di bumi sendiri, mencari makna yang hakiki. Namun sementara yang ikhlas menjelma abadi di sisi-Nya. Bagian 1: AWAL Kita Hanya Mampir Kita bukan pemilik tanah yang kita pijak, hanya tamu yang diberi sandal sebentar sebelum pintu itu memanggil pulang. Napas ini pun pinjaman, detak jantung ini titipan, dan nama yang kita banggakan hanyalah label pada koper yang akan ditinggal. Sejak lahir kita sudah mengantre, menunggu giliran untuk kembali, tapi kita sibuk menata kursi seolah akan duduk selamanya di sini. Kita hanya mampir, di antara dua ketiadaan, membawa sedikit cerita, lalu pergi tanpa berpamitan panjang. Bagian 2: WAKTU Sewa Waktu Detik ini bukan milikm...

Seri Kajian Filsafat, Agama, dan Ekonomi

MASYARAKAT PENELITI MANDIRI KASUNDAAN NUSANTARA MPMKN — Seri Kajian Filsafat, Agama, dan Ekonomi TEONOMI EKONOMI Perspektif Sejarah, Teori, Tokoh, dan Praktik Lintas Agama Asep Rohmandar Draf Kerja — Naskah Sedang Disusun Bertahap Abstrak Bahasa Indonesia Buku ini mengkaji teonomi ekonomi — gagasan bahwa tatanan ekonomi seyogianya tunduk pada hukum dan nilai transenden, bukan semata pada kalkulasi rasional-instrumental yang otonom dari sumber moral di luar dirinya. Melalui pendekatan lintas disiplin yang memadukan sejarah pemikiran, teologi komparatif, dan analisis kebijakan, naskah ini menelusuri akar teonomi ekonomi pada tradisi Yahudi, Kristen, Islam, Hindu-Buddha, Konfusian, dan kearifan lokal Nusantara, sebelum menilai relevansinya bagi tantangan kapitalisme global, ketimpangan, dan tata kelola negara sekuler kontemporer. English This book examines economic theonomy — the proposition that economic order ought to be subject to transcendent law and value rather than governed solely ...