Postingan

Menjadi Magnet Rezeki: Mengubah Paradigma Kerja Keras Menjadi Hukum Energi Spiritual

Gambar
Menjadi Magnet Rezeki: Mengubah Paradigma Kerja Keras Menjadi Hukum Energi Spiritual Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang terjebak dalam budaya hustle—bekerja siang malam, jungkir balik mengejar proyek, dan rela bersaing sikut-sikutan demi mengumpulkan pundi-pundi materi. Namun, tak jarang hasilnya justru jauh dari harapan. Buku "Rahasia Magnet Rezeki" karya Nasrullah yang menyandang predikat Mega Best Seller ini menawarkan sebuah paradigma baru yang radikal: Rezeki bukan sekadar hasil dari kerja fisik, melainkan hasil dari keselarasan "Energi" dalam diri. Berikut adalah ulasan komprehensif mengenai rahasia di balik buku ini. 1. Paradigma Baru: Segala Sesuatu adalah Energi Sampul belakang buku ini membuka mata pembaca dengan sebuah premis utama: "Semua adalah energi." Manusia adalah energi, kata-kata yang kita ucapkan adalah energi, bahkan handphone yang kita pegang pun adalah energi. Nasrullah menjelaskan hukum dasar alam seme...

MENJEMBATANI KEKAKUAN ALGORITMA DAN KABURNYA NILAI MANUSIA: Pendekatan Logika Fuzzy Euclid–Gellert dalam Ekonomi Digital Indonesia

Gambar
MENJEMBATANI KEKAKUAN ALGORITMA DAN KABURNYA NILAI MANUSIA: Pendekatan Logika Fuzzy Euclid–Gellert dalam Ekonomi Digital Indonesia 1. Asep Rohmandar Pengamat Ilmu Matematika  Komputer, Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara, Indonesia.  Email : asrohmandar69@gmail.com                                                                                                    2. Debby Lelyca Rohdearni Damanik  Program Studi Informatika, Fakultas Informatika, Telkom University.    Korespondensi Email: debbylelycarohdearni@student.telkomuniversity.ac.id ABSTRAK Transformasi ekonomi digital Indonesia—dengan proyeksi Gross Merchandise Value mendekati 100 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025 dan kontribusi terhadap Produk Dom...

Rangkaian Sementara

Siklus SEMENTARA Bagian 1: AWAL Kita Hanya Mampir  Tentang sadar bahwa hidup cuma singgah Bagian 2: WAKTU Sewa Waktu Tentang detik yang kita pinjam, bukan miliki Bagian 3: TEMPAT Rumah Yang Bukan Rumah_ Tentang tempat yang kita tinggali, tapi hati tidak betah Bagian 4: RASA Kontrakan Rasa_ Tentang cinta yang numpang, tidak menetap Bagian 5: MANUSIA Yang Datang Hanya Untuk Pergi_ Tentang orang-orang yang hadir sebagai pelajaran Bagian 6: LUKA Sebelum Hujan Berhenti_ Tentang sedih yang juga tidak abadi Bagian 7: TAWA Setelah Kopi Ini Dingin_  Tentang bahagia yang harus segera dinikmati Bagian 8: PENCARIAN Tamu di Bumi Sendiri  Tentang merasa asing di dunia sendiri Bagian 9: KESADARAN Semua Akan Jadi Cerita  Tentang akhirnya semua jadi kenangan Bagian 10: AKHIR / KEMBALI Semenit Menjadi Abadi  Tentang yang sementara jika ikhlas, justru jadi abadi di hati Tuhan

Toko Penyewaan Waktu

Toko Penyewaan Waktu Oleh : Kang Asroh Gong  Ketika melakukan Perjalanan Bandung Garut  menjengguk ibuku disana yang menujukan waktu 15.00 WIB. Saya Istirahat sejenak untuk menikmati udara pedesaan yang asri dalam perjalanan 4 jam dengan motor jadul suprax honda tahun 1997.  Tidak ada yang tahu persis sejak kapan toko itu berdiri di ujung gang, di antara warung kelontong yang sudah tutup dan tukang jam yang sudah lama pensiun. Papan namanya sederhana, ditulis tangan dengan cat putih yang mulai mengelupas: tertulis "TOKO PENYEWAAN WAKTU — Sewa, Jangan Miliki . Aku sudah lewat gang itu ratusan kali sepanjang hidupku, tapi baru sore itu mataku benar-benar berhenti di papan tersebut, seolah toko itu memang sengaja menunggu waktu yang tepat untuk menampakkan diri. Hujan turun tanggung-tanggung sore itu, tak cukup deras untuk membuat orang berteduh lama, tapi cukup basah untuk membuat langkah malas melanjutkan perjalanan. Aku mendorong pintu kaca yang berembun, dan lonceng keci...

Jurnal ilmiah Basa Sunda Kiwari !

Jurnal Basa Sunda ;                                        Idéntifikasi Variabel Peran Budaya Sunda jeung Kearifan Lokal Sunda dina Ngadorong Indikator Pangwangunan Ékonomi Makro jeung Mikro sacara Tumuwuh, Ngembang, Kaadilan, Ngarata, jeung Ngadeg sacara Lestari di Tatar Pasundan Ku Asep Rohmandar                              Abstrak Jurnal ieu boga tujuan pikeun ngaidéntifikasi jeung ngalaborasi variabel-variabel konci anu ngawakilan peran budaya Sunda jeung sagala rupa wujud kearifan lokalna dina ngadorong pangwangunan ékonomi anu komprehensif, ngawengku aspék tumuwuh, ngembang, kaadilan, ngarata, jeung kalestarian, boh dina tataran makro boh mikro. Kalawan pendekatan interdisipliner anu ngahijikeun perspéktif ékonomi, sosiologi, antropologi, jeung élmu lingkungan, panalungtikan ieu ngaidéntifikasi kumaha nilai-...