Postingan

Webinar Recap & Actionable Guide: Digital PR Strategy for Global Brands

Gambar
Webinar Recap & Actionable Guide: Digital PR Strategy for Global Brands Date: 28th July 2026 Ora Konferensi MSDC TIIKM Presenter: Dr. Martha Tri Lestari (Telkom University Indonesia) This guide synthesizes the research topics and key steps discussed during the webinar into a structured action plan for building global brand resilience. Part 1: Key Steps for Creating Brand Loyalty, Trust, and Engagement To move beyond simple awareness, a global brand must focus on "what success looks like" and how to achieve it. Here are the consolidated key steps: 1. Define Success with Clear Measurement (ROI & KPIs) a· Set Benchmarks: Establish PR KPIs by market (e.g., Share of Voice, Sentiment, Referral Traffic, Branded Search Lift). b· Master Attribution: Understand what PR can actually claim credit for in the modern marketing funnel (awareness vs. conversion). c· Score Beyond Impressions: Prioritize the quality of engagement over the quantity of eyeballs. 2. Develop a C...

Manfaat Recursive Index of Rationality dalam Knowledge-Oriented Policy under Adaptive Mechanism bagi Mahasiswa Teknik Industri

ESAI AKADEMIK Manfaat Recursive Index of Rationality dalam Knowledge-Oriented Policy under Adaptive Mechanism bagi Mahasiswa Teknik Industri Oleh: Asep Rohmandar Catatan Kerangka Konseptual Recursive Index of Rationality (RIR) merupakan kerangka analitis yang disusun dalam esai ini sebagai alat bantu berpikir, dengan merangkai kembali gagasan rasionalitas terbatas, sibernetika, dan manajemen adaptif yang telah mapan dalam literatur ilmu keputusan dan rekayasa sistem. Kerangka ini disajikan sebagai model heuristik untuk kepentingan pembelajaran, bukan sebagai teori baku yang telah diuji secara empiris dalam publikasi ilmiah tertentu. I. Pendahuluan Mahasiswa Teknik Industri dididik untuk menjadi perancang sistem yang menjembatani manusia, mesin, informasi, dan kebijakan dalam satu kesatuan yang produktif. Namun demikian, kompleksitas dunia nyata sering kali melampaui kapasitas model keputusan linear yang diajarkan pada tahap dasar. Rasionalitas manusia dan organisasi bersifat terbatas, ...

Dampak terhadap Literasi: Menumbuhkan Ekosistem Baca-Tulis

Gambar
Dampak terhadap Literasi: Menumbuhkan Ekosistem Baca-Tulis                                                                                                   Komunitas penulis memiliki dampak yang signifikan dan multidimensional terhadap literasi, numerasi, dan kualitas peradaban. Keberadaan mereka tidak hanya menjadi wadah berekspresi, tetapi juga fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya. 📈 Dampak terhadap Literasi: Menumbuhkan Ekosistem Baca-Tulis 1· Membangun Ekosistem Literasi: Aktivitas membaca dan menulis adalah ekosistem literasi yang harus dibangun di semua lini kehidupan. Komunitas seperti Forum Lingkar Pena (FLP) mencanangkan gerakan #LiterasiBerdaya untuk menjadikan literasi se...

DESAIN IMPLEMENTASI TATA KELOLA IPOI/MPKD DALAM PENDIDIKAN USIA DINI DI KABUPATEN BANDUNG: KAJIAN KOMPREHENSIF BERBASIS STANDAR PISA

Gambar
                                                                DESAIN IMPLEMENTASI TATA KELOLA IPOI/MPKD DALAM PENDIDIKAN USIA DINI DI  KABUPATEN BANDUNG: KAJIAN KOMPREHENSIF BERBASIS STANDAR PISA Penulis :  Asep Rohmandar1, Wulan Sari Dewi2, Mochamad Nursam3, Oneng4 1. Peneliti NGOs, Kewirausahaan dan Pernah Study di Fakultas Teknik Manajemen Industri STTB/UTB dan FKIP Bahasa Sastra UNINUS Bandung; 2.  Pencari Kerja dan Alumi  FEB UNIBI Bandung;  3. Pengamat Pendidikan Usia Dini Indonesia;                                                        4. Karyawan Purnawaktu Tenaga Pendukung Akademik (TPA) Di Telkom University Bandung.  Korespondensi: asrohmandar69@gmai...

Kritik atas Validitas, Standar, dan Independensi Data BPS di Tengah Sensus Ekonomi 2026

Gambar
KETIKA DATA TIDAK BERBICARA JUJUR: Kritik atas Validitas, Standar, dan Independensi Data BPS di Tengah Sensus Ekonomi 2026 Sebuah Esai Reflektif — Juli 2026 1. Pendahuluan Setiap sepuluh tahun sekali, sejak 1986, Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Sensus Ekonomi sebagai "general check-up" perekonomian nasional — istilah yang dipakai sendiri oleh Kepala BPS untuk menggambarkan cakupan pendataan yang menyeluruh terhadap pelaku usaha, dari skala mikro hingga korporasi besar. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang pendataan lapangannya berlangsung sejak pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026, digadang-gadang sebagai instrumen navigasi pembangunan berbasis data yang akurat dan mencerminkan kondisi riil, termasuk ekonomi digital yang tumbuh pesat satu dekade terakhir. Namun di balik narasi teknokratis itu, muncul kegelisahan publik yang tidak bisa diabaikan begitu saja: sejauh mana data yang dihasilkan lembaga statistik negara benar-benar independen, valid, dan mampu...

Mengenjot Keberuntungan Superplus Lahir Batin Everyday: Menjadikan Setiap Langkah sebagai Ibadah dan Takwa kepada Allah

Mengenjot Keberuntungan Superplus Lahir Batin Everyday: Menjadikan Setiap Langkah sebagai Ibadah dan Takwa kepada Allah Pendahuluan Di era modern yang serba cepat ini, muncul berbagai istilah populer yang menggabungkan semangat produktivitas, motivasi diri, dan nuansa spiritual. Salah satunya adalah “Aksi Mengenjot Keberuntungan Superplus Lahir Batin Everyday”. Istilah ini memang tidak ditemukan dalam literatur klasik Islam. Namun, semangat yang terkandung di dalamnya—yaitu menjadikan setiap aktivitas sebagai jalan ibadah dan meraih keberuntungan lahir batin—sangat sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Lalu, bagaimana seharusnya seorang Muslim memaknai istilah ini? Bagaimana cara “mengenjot keberuntungan” dengan cara yang diridhai Allah, bukan dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat? Mari kita telaah bersama. Bagian 1: Memaknai “Keberuntungan” dalam Kacamata Islam 1.1 Definisi Keberuntungan Sejati (Al-Fawz) Dalam Al-Qur’an, istilah al-fawz (الْفَوْز) berarti kemenangan a...

Prabowonomic: Sesaknomic yang Menyesakkan Rakyat

Prabowonomic: Sesaknomic yang Menyesakkan Rakyat Oleh: Asep Rohmandar Pendahuluan Ketika Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Prabowonomic di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, ia membawa visi besar: pertumbuhan ekonomi 8%, pendidikan dan kesehatan gratis, serta kemandirian ekonomi. Namun di balik gemerlap panggung global, rakyat Indonesia justru merasakan sesak—bukan hanya secara ekonomi, tapi juga dalam keseharian yang semakin tercekik oleh kenaikan pajak, harga BBM, dan berbagai beban fiskal lainnya. Prabowonomic perlahan berubah menjadi Sesaknomic. Kenaikan Pajak yang Menjerat Pemerintahan Prabowo menargetkan penerimaan pajak konsumsi (PPN dan PPnBM) sebesar Rp995,2 triliun pada 2026, naik 8,4% dari tahun sebelumnya. Target ini merupakan bagian dari ambisi besar menaikkan tax ratio menjadi 16% dari PDB. Kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% mulai diberlakukan pada 1 Januari 2025. Meskipun pemerintah menyatakan kenaikan ini hanya untuk barang dan jasa mewah, dampaknya t...