Prabowonomic: Sesaknomic yang Menyesakkan Rakyat
Prabowonomic: Sesaknomic yang Menyesakkan Rakyat Oleh: Asep Rohmandar Pendahuluan Ketika Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Prabowonomic di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, ia membawa visi besar: pertumbuhan ekonomi 8%, pendidikan dan kesehatan gratis, serta kemandirian ekonomi. Namun di balik gemerlap panggung global, rakyat Indonesia justru merasakan sesak—bukan hanya secara ekonomi, tapi juga dalam keseharian yang semakin tercekik oleh kenaikan pajak, harga BBM, dan berbagai beban fiskal lainnya. Prabowonomic perlahan berubah menjadi Sesaknomic. Kenaikan Pajak yang Menjerat Pemerintahan Prabowo menargetkan penerimaan pajak konsumsi (PPN dan PPnBM) sebesar Rp995,2 triliun pada 2026, naik 8,4% dari tahun sebelumnya. Target ini merupakan bagian dari ambisi besar menaikkan tax ratio menjadi 16% dari PDB. Kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% mulai diberlakukan pada 1 Januari 2025. Meskipun pemerintah menyatakan kenaikan ini hanya untuk barang dan jasa mewah, dampaknya t...