Jamaah Idul Fitri 1447 H/2026 Padati Dua Titik di Kawasan Telkom University
Ribuan Jamaah Padati Dua Titik Sholat Id di Kawasan Telkom University
Warga RW 01 & 02 Sukapura Dayeuhkolot dan Warga Lengkong Bojongsoang kompak tunaikan Sholat Idul Fitri 1447 H di halaman parkir FEB dan gerbang kawasan pendidikan Telkom — seorang perantau Padang ikut larut dalam kekhidmatan meski sempat tertinggal takbiratul ihram.

DAYEUHKOLOT, BANDUNG — Suasana penuh kekhusyukan dan rasa syukur menyelimuti kawasan Telkom University pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, saat ribuan umat Islam menunaikan Sholat Idul Fitri 1447 H di dua lokasi yang berbeda namun berdekatan — sebuah pemandangan yang menjadi tradisi meriah di lingkungan tersebut setiap tahunnya.
Halaman Parkir FEB Telkom University
Digunakan oleh warga RW 01 dan RW 02 Sukapura, Kelurahan Dayeuhkolot. Ribuan jamaah memenuhi hamparan area parkir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University sejak pukul 06.00 WIB di bawah naungan pohon-pohon hijau yang teduh.
Gerbang Masuk Kawasan Pendidikan Telkom
Dimanfaatkan oleh warga desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Area gerbang dekat Apartemen ini menampung ribuan jamaah hingga memenuhi seluruh badan jalan dengan lautan sajadah warna-warni.
Di lokasi pertama, halaman parkir FEB Telkom University, warga RW 01 dan RW 02 Sukapura sejak pukul 05.30 WIB sudah ramai berdatangan. Shaf demi shaf disusun rapi oleh panitia di atas paving block yang biasanya menjadi area parkir kendaraan mahasiswa. Ibu-ibu berkerudung warna-warni membentuk barisan tersendiri di sisi kanan, sementara para pria dewasa hingga remaja mengisi shaf-shaf di sebelah kiri hingga meluber ke area terbuka di bawah lindungan pepohonan rindang.
"Alhamdulillah, tahun ini peserta sholat Id di halaman parkir FEB lebih banyak dari tahun lalu. Rasanya bangga, warga semakin kompak dan bersemangat."
— Pengurus RW 01 Sukapura, Dayeuhkolot
Sementara itu, di lokasi kedua — gerbang masuk Kawasan Pendidikan Telkom, dekat area apartemen — warga Lengkong, Desa Bojongsoang, Kabupaten Bandung juga tak kalah antusias. Ribuan jamaah memadati ruas jalan hingga meluas ke seluruh lebar badan jalan. Khatib menyampaikan khutbah dari mimbar yang menghadap lautan jamaah, dengan latar deretan pertokoan kawasan Telkom yang kini tertutup oleh keheningan ibadah pagi itu.
Panitia setempat menyambut jamaah dengan sajadah pinjaman dan air mineral gratis. Pelataran gerbang yang biasa ramai oleh lalu-lalang kendaraan kampus kini bertransformasi menjadi hamparan sajadah warna-warni yang indah, dipadu keberagaman busana muslim dari berbagai penjuru.
Momen Haru di Antara Kekhidmatan
Di sela kegembiraan lebaran, ada satu kisah yang menyentuh hati. Seorang jamaah asal Kota Padang, Sumatera Barat, yang merantau dan bekerja di sekitar kawasan Telkom, memilih tidak pulang kampung tahun ini. Ia sempat tertinggal sholat — tiba di lokasi ketika imam sudah memasuki takbir rakaat pertama. Namun dengan tenang ia merapikan safnya, mengikuti gerakan imam, dan menyelesaikan kekurangannya setelah salam. Usai sholat, sejumlah warga langsung mengulurkan tangan bersalam-salaman dengannya — mengobati rasa rindu yang tak terucap kepada keluarga di Padang.
Pria berusia 34 tahun yang akrab dipanggil Bang Randi itu tampak duduk terdiam sejenak usai sholat, matanya menatap jauh. Ketika disapa, ia hanya tersenyum sambil berkata, "Alhamdulillah, masih bisa sholat Id meski ketinggalan sedikit. Kampung halaman jauh, tapi rasa Lebarannya tetap sama di sini." Warga RW 01 dan RW 02 Sukapura spontan mengajaknya makan ketupat bersama — bukti nyata bahwa ukhuwah islamiyah hidup subur di kawasan ini.
Kisah Bang Randi menjadi pengingat bahwa semangat Idul Fitri bukan sekadar tentang mudik dan berkumpul bersama keluarga, melainkan tentang persaudaraan yang melampaui batas daerah dan suku. Di sinilah Islam mengajarkan indahnya kebersamaan — bahwa di mana pun seorang muslim berada, ia tidak pernah benar-benar sendirian.
Imam dan khatib pada kedua lokasi sama-sama menyampaikan khutbah yang sarat makna. Tema utama yang diangkat adalah kembali kepada fitrah — menjadi manusia yang bersih jiwa dan raga setelah sebulan penuh menempa diri di bulan Ramadan. Para khatib juga menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi, baik dengan sesama warga, maupun dengan keluarga yang jauh sekalipun.
Khutbah diselingi dengan doa bersama yang mengharukan — ribuan tangan terangkat, ribuan bibir berbisik memanjatkan harap kepada Yang Maha Kuasa. Seusai salam, suasana berubah riuh oleh jabat tangan dan pelukan, anak-anak berlarian, dan tawa suka cita mengisi udara pagi yang segar di kawasan Dayeuhkolot dan Bojongsoang.
Panitia dari kedua lokasi menyatakan kegiatan berjalan tertib, aman, dan khidmat. Tidak ada insiden berarti. Warga pun bergotong royong dalam kebersihan, mengangkat karpet dan merapikan kembali area setelah sholat usai — sebuah cerminan indah dari jiwa kebersamaan yang terus tumbuh di lingkungan sekitar Kawasan Pendidikan Telkom Bandung.
Taqabbalallahu minnaa wa minkum — Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Komentar
Posting Komentar