Alhamdulillah, Syukur yang Kau Terima.


    Syukur Kami Terimalah Ya Allah      
Alhamdulillah... ya Allah Terimalah Rasa Syukur Keluarga Kami. 
Terucap dari lisan, bergetar di dalam kalbu
Bukan sekadar rangkaian huruf tanpa makna
Tapi pengakuan jiwa atas cinta-Mu yang tak jemu.
Alhamdulillah...
Untuk setiap tarikan nafas yang tak pernah kubayar
Untuk mentari pagi yang hangatnya menjalar
Untuk tetes hujan yang membasahi bumi gersang
Dan untuk malam yang membawa bintang benderang.
Alhamdulillah...
Atas nikmat iman yang terpatri di dada
Cahaya penuntun di tengah gulita dunia
Atas nikmat sehat yang sering terlupa
Saat raga bergerak tanpa derita.
Alhamdulillah...
Dalam lapang, ia menjadi pengingat
Dalam sempit, ia menjadi penguat
Bahwa di setiap ujian yang Engkau beri
Tersimpan hikmah untuk memurnikan diri.
Ya Rabbi, inilah syukurku...
Sebuah bisikan lirih dari hamba yang faqir
Berharap ia tak hanya berhenti di bibir
Namun terbang membumbung tinggi, mengetuk pintu langit-Mu
Menjadi persembahan tulus yang Engkau terima, yang Engkau ridhoi.
Maka, jadikanlah syukur ini pemberat timbangan
Jadikanlah ia alasan untuk tambahan kenikmatan
Dan jadikanlah ia bukti cinta seorang hamba
Yang tak punya apa-apa selain anugerah dari-Mu semata.
Alhamdulillah... 'ala kulli haal.
Segala puji bagi-Mu, dalam segala keadaan.
Bandung,  Jumat, 25 Juli 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMF Global Financial Stability Report (Oct 2025): “Shifting Ground beneath the Calm”

Analisis Judul Buku Puisi "Puisi dalam Ekonomi: Untuk Penjual dan Pembeli

17 Program SDGs PBB Terganggu, Akibat Kebijakan Resiprokal Tarif AS